Inilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan

Inilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan – Saat ini sudah semakin banyak buah yang bisa di makan dan juga memiliki banyak manfaat terbaik untuk meningkatkan kesehatan pada diri sendiri.

Kacang kola rasanya pahit saat dikunyah. Namun, di balik rasanya yang pahit, kola pahit atau Garcinia kola mengandung banyak nutrisi karena kaya akan lemak, protein, karbohidrat, vitamin C, kalsium, kalium, zat besi, dan kafein.

Selain biasa dijadikan sebagai bahan perasa tambahan minuman bersoda, kola juga dapat membawa berbagai manfaat untuk kesehatan, lo! Apa saja manfaat buah kola untuk kesehatan?

Inilah Manfaat Buah Kola untuk Kesehatan

1. Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan pencernaan
Mengonsumsi kacang kola dapat mendongkrak tingkat energi karena kandungannya dapat merangsang sistem saraf pusat yang meningkatkan kewaspadaan dan energi.

Kandungan antioksidan yang tinggi dalam kola juga penting untuk melawan radikal bebas. Karenanya, kola dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan radikal bebas yang jean-remlinger diproduksi tubuh maupun dari lingkungan seperti sinar ultraviolet (UV), polusi udara, asap tembakau, dan lain sebagainya. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat mencegah berbagai penyakit.

Kola dapat meningkatkan metabolisme dan membantu sistem pencernaan.

Kacang kola juga mengandung kafein, sehingga dapat meningkatkan metabolisme.

Sementara itu, bubuk dan ekstrak kacang kola juga dapat membantu pencernaan karena bisa meningkatkan produksi asam lambung, yang mana ini meningkatkan efektivitas enzim pencernaan di perut.

2. Kacang kola dapat meredakan gejala osteoartritis
Osteoartritis merupakan jenis radang sendi yang dapat menyebabkan berbagai gejala seperti rasa tidak nyaman dan melemahnya sendi. Kemudian, degenerasi tulang rawan sendi dan tulang di bawahnya juga dapat menyebabkan rasa sakit dan kaku, terutama di daerah sendi pinggul, ibu jari, dan lutut. Penyakit ini dapat disebabkan oleh cedera sendi, obesitas, faktor keturunan, atau karena penuaan.

Sebuah penelitian dalam Journal of Orthopaedic Surgery and Research tahun 2008 menguji kola pahit terhadap pasien dengan osteoartritis di lutut mereka.

Hasilnya, mengonsumsi kola pahit dapat secara signifikan mengurangi peradangan dan rasa sakit akibat osteoartritis. Ini mungkin berkat tingginya kadar potasium atau kalium dalam kola pahit, sehingga sangat baik dalam mengurangi peradangan. Tak hanya itu, tanaman ini juga bisa meningkatkan gerakan sendi pada pasien.

3. Kola dapat memiliki sifat antibakteri
Berdasarkan beberapa penelitian, kola dapat memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian dalam Science Journal of Microbiology tahun 2013 menyebutkan bahwa biji atau kacang dan daun kola pahit memiliki sifat antibakteri, dikatakan mampu menghambat pertumbuhan berbagai mikroorganisme atau bakteri penyebab penyakit seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus Pyogenes, Salmonella typhi, dan Escherichia coli.

Laporan penelitian tersebut juga menyebut bahwa adanya aktivitas antibakteri ini bersumber dari komponen bioaktif seperti tanin dan saponin yang terkandung dalam ekstrak kola.

Studi lainnya dalam Journal of Biosciences and Medicines tahun 2014 juga menunjukkan temuan yang serupa. Dalam penelitian ini, kola terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Proteus vulgans dan Streptococcus anginosus. Kola juga punya potensi untuk digunakan dalam kemoterapi dan memiliki sifat antibakteri yang dapat bermanfaat terhadap odontopatogen.